Recent Posts

PPBD SMA N 2 PATI TAHUN PELAJARAN 2019/2020







PD Pencak Silat Ajarkan Keseimbangan Jasmani dan Rohani


smandapaflash@blogsport.com  Pencak silat menjadi salah satu bagian dari program pengembangan diri di SMA Negeri 2 Pati. Seperti siswa/siswi pengembangan diri yang lainnya, pengembangan diri pencak silat berlatih setiap Kamis sore, setelah jam pelajaran formal selesai. Biasanya saat berlatih mereka mengenakan seragam hitam-hitam.
Kegiatan dimulai dengan pemanasan terlebih dahulu, pemanasan yang biasa dilakukan yaitu melompat disertai dengan gerakan-gerakan tubuh yang dinamakan kuda kuda. Seperti gambar disebelah kiri setelah melakukan gerakan pemanasan dan kuda kuda siswa melakukan gerakan latihan menendang.

Sore itu puluhan siswa/siswi SMA Negeri 2 Pati berkumpul rapi di salah satu sudut sekolah. Selama belatih dan belajar gerakan, pukulan dan jurus, mereka dibimbing dan dibina oleh seorang pelatih.
Pelatih Pencak Silat Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT), Suyanto mengaku, sudah membina PD Pencak Silat di SMA Negeri 2 Pati, sejak 2013 lalu. Dia mengatakan, di PD yang diampunya itu, selain materi gerakan, jurus dan senam pencak silat dengan mengolah mental dan fisik, juga mengajarkan kerohanian seperti bertata krama, sopan santun serta berbudi luhur. Semua diajarkan di situ, biar ada seimbang antara jasmani dan rohani. Walau di fisiknya dia bagus bisa bela diri, tapi dari sisi rohaninya dia tahu harus bagaimana bersikap, berbuat serta tahu yang baik tahu yang buruk, mana yang benar dan mana yang salah,  katanya.
Suyanto yang juga pelatih pencak silat Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) mengatakan, dari materi jasmani maupun kerohanian yang diajarkan itu, nantinya peserta harus bisa menggambarkan dan menuliskan sebagai materi baku. Materi baku itu nantinya, akan menjadi pegangan bagi peserta  pengembangan diri pencak silat untuk mengikuti uji kenaikkan tingkat. Dan setiap tingkatan setiap peserta akan mendapat gemblengan dan materi yang berbeda, dari siswa polos bersabuk hitam, jambon, hijau, dan sabuk putih kecil hingga akhirnya diwisuda resmi menjadi anggota perguruan silat PSHT. Disini juga ujian ada yang Kita ujikan, ada senam, ada jurus, senam, ada pasang, ada sambung atau tanding sparing sebagai uji kelayakan, bagaimana mereka menguasai jurus-jurus yang telah diajarkan. Kalau lulus pasti mereka naik kelas atau tingkat kalau ndak atau dia tidak layak ya tidak bisa naik tingkat, atau mengulang lagi nanti, katanya.
Banyak prestasi yang telah diraih para pesilat SMA Negeri 2 Pati hasil binaan PD Pencak Silat. Selalu meraih medali disetiap kejuaraan tingkat Kabupaten Pati, seperti POPDA, Bupati Cup maupun Bupati OpenPDB. Bahkan, menembus di tingkat karesidenan, hingga tingkat Provinsi Jawa Tengah.
Untuk mendorong, Pelatih PD Pencak Silat SMA Negeri 2 Pati Suyanto mendorong peserta didiknya, dan warga SMA Negeri 2 Pati yang lainnya, untuk tetap semangat dalam belajar, pantang menyerah, rajin, mematuhi tertib dan nasehat orang tua, disiplin berolahraga. Jadilah orang yang mandiri, jangan cengeng itu saja. Jangan manja jangan cengeng itu motivasinya serta belajar dan belajar. “Mau ikut PD yang mana nggak masalah yang terpenting kalian harus sungguh-sungguh untuk mencari jati diri kalian itu saja dan lakukan yang terbaik,” pungkasnya.(●)


Tim Jurnalistik Smandapa:
Emmanuel Edo Wicaksana
Agustinus Dimas Prakoso
Aulia Zalfa Yasmin

Peran Pembina Menyongsong Paskibra SMAN 2 Pati


smandapaflash@blogspot.com –  Paskibra merupakan salah satu pengembangan diri (PD) yang ada di SMA Negeri 2 Pati dan masih berhubungan dengan organisasi HIKAMADA. Latihan Paskibra biasa dilaksanakan setiap hari Kamis bersama PD yang lainnya.

Prestasi yang diperoleh anak–anak Paskibra SMA Negeri 2 Pati tidak jauh dari campur tangan Kunardi atau yang sering dipanggil oleh Pak Kun, sebagai pelatih Paskibra di SMAN 2 Pati. “Saya melatih Paskibra di SMA Negeri 2 Pati ini sejak 2003, jika dihitung dari awal sampai sekarang, sudah 15 tahun,” katanya.
Banyak kesan yang dialami saat melatih peserta PD Paskibra, terutama bagi mereka yang baru bergabung. Penalaran dan pemahaman terhadap materi antara satu peserta dengan peserta lain berbeda. “Sering menghadapi anak-anak yang kadang kala susah dalam penangkapan materi/penalarannya kurang. Ada yang cepat dan juga ada yang lambat terhadap penangkapan teori yang saya berikan. Kalau yang cepat itu sekali bisa, kalau yang lambat itu lucu-lucu.” ujar Pak Kun panggilan akrab Kunardi, Pembina Paskibra.
Kunardi mengatakan, Paskibra SMA Negeri 2 Pati juga telah meraih prestasi terbaiknya. Sejak mengikuti lomba baris berbaris dan tata upacara sekolah pada 2003 hingga sekarang sering menjadi juara. “Dan selalu dapat juara 2 di tingkat Kabupaten Pati. Kalau Paskibra upacara bendera biasa, kita sudah sering ke tingkat provinsi maupun kabupaten. Terakhir itu, PASKIBRA nasional di Jakarta, yang mewakili Pati itu dari SMAN 2 Pati terakhir kali 2002 dan sampai sekarang belum ada lagi,” jelasnya.
Meski sering mendapat di tingkat kabupaten, Pembina Paskibra SMA Negeri 2 Pati, Kunardi  masih berangan-angan, dan berkeinginan agar peserta didiknya, mampu meraih juara di tingkat Provinsi Jawa Tengah bahkan tingkat nasional dan bisa tampil saat peringatan detik-detik Proklamasi Kemerdekaan RI di Istana Negara.(●)
Tim Liputan:
1. Dyah Nur Pratiwi
2. Shelma Atira Dewi
3. Dherysha Auria Maysalluna
4. Fadhillah Alif Rachmatrya

Di Balik Hari Pramuka

Salam Pramuka !!
Peringatan Hari Pramuka tanggal 14 Agustus 2018 telah dilaksanakan oleh warga SMA Negeri 2 Pati pada Selasa pagi. Peringatan hari pramuka ini diikuti seluruh warga SMA 2 mulai dari guru-guru,staf,karyawan,para PPL,dan siswa siswi SMA 2. Semua berpartisipasi dalam peringatan hari pramuka,tak terkecuali anak-anak Scout Rouver. Mereka telah mempersiapkan persembahan terbaik mereka untuk ditampilkan dalam acara peringatan hari pramuka.


Pernahkah terlintas dipikiran anda bagaimana sejarah peringatan hari pramuka ?
Sebelum menggema di Indonesia,pramuka telah berkembang terlebih dahulu di Inggris melalui pembinaan remaja yang dilakukan oleh Lord Robert Baden Powell of Gilwell. Powell dikenal sebagai pemuda dengan banyak pengalaman di kegitan pramuka,salah satunya yaitu ketika dirinya mengalahkan Kerajaan Zulu di Afrika. Selain itu dia juga pandai dalam pelayaran,berenang,maupun berkemah sekalipun. Pengalaman-pengalama tersebut ditulis Boden Powel dalam bukunya yang berjudul “Aids to Scouting”. Buku tersebut dijadikan panduan bagi tentara muda Inggris.
Pada tahun 1908,Boden Powel kembali menuliskan pengalamannya di kepramukaan dengan buku yang berjudul “Scouting for Boy”. Buku tersebut dengan cepat berkembang di Inggris dan negara lain termasuk Indonesia.
Pada tahun 1916 S.P Mangkunegara VII membuat organisasi kepandaun sendiri yang pertamakali ditanah air tanpa campur tangan Belanda dengan nama Javaansche Padvinders Organisatie (JPO).


Pada masa penjajahan Jepang, organisasi kepanduan dan partai dilarang untuk beraktivitas. Barulah pada September 1945 sejumlah tokoh dari gerakan kepanduan Indonesia berkumpul untuk melakukan pertemuan di Yogyakarta. Dari hasil kongres pada 27-29 September 1945 terbentuk Pandu Rakyat Indonesia. Lambang Pramuka berupa Tunas Kelapa yang kita ketahui saat ini disahkan dalam Keppres Nomor 238 Tahun 1961. Kemudian pada 14 Agustus 1961, secara resmi Gerakan Pramuka diperkenalkan kepada masyarakat setelah Presiden Sukarno menganugerahkan Panji Gerakan Pramuka dengan Keppres Nomor 448 Tahun 1961.

Jurnalistik SMA N 2 Pati
- Smandapaflash
• Gusnafi'i
• Widya Novita

PPDB SMA N 2 PATI TAHUN PELAJARAN 2018/2019







MAKNA HARI LAHIRNYA PANCASILA DI ERA KITA


Siapa yang tidak tahu Pancasila? Sebagai seorang warga negara Indonesia sudah sepatutnya tahu bahkan hafal di luar kepala.
            Namun ada beberapa hal yang mungkin dapat menjadi sorotan kita sebagai warga tanah air tercinta ini. Banyak orang yang mengumbar tentang Pancasila di social media mereka di hari peringatan “Lahirnya Pancasila” seperti pada hari ini, namun di sisi lain apakah di hari-hari biasa mereka juga seperti itu? Atau ironisnya malah sebaliknya?
           Apabila kita mencoba menelaah lebih dalam tentang peringatan “Lahirnya Pancasila” ini memang sudah seharusnya kita berbangga diri dengan dasar negara kita ini yang mana dalam kandungannya memuat keseimbangan antara hak dan kewajiban warga negara. Tidak condong ke paham liberal atau pun condong ke paham komunisme. Sebuah ajaran yang memang murni dari para pendahulu kita. Namun apabila kita melihat realita pada hari ini, apakah masih seperti itu?
             Seringkali kita melihat di Televisi, Koran, dan berbagai macam media massa lainnya bahwa banyak sekali demo yang terjadi yang lama-kelamaan dapat condong ke paham liberal. Memang pada dasarnya demo diperbolehkan dalam negara kita yang konon katanya demokrasi ini, tapi terkadang sebagai warga negara mereka lupa bahwa ada batasan dalam melakukan demo ini. Kebanyakan yang kita lihat  di media demo yang mereka lakukan mengarah menuju kekerasan yang dapat merugikan diri mereka sendiri dan kepentingan umum.
         Jika di sisi pelajar, yang merupakan usia yang paling konsumtif terhadap social media seringkali membesar-besarkan peringatan ini di social media mereka masing-masing. Namun ironisnya di sisi lain kebanyakan dari mereka malas untuk upacara, malas untuk tertib, malas untuk disiplin dan sebagainya. Sehingga nilai-nilai pancasila dalam kehidupan sehari-hari pun menjadi tidak ada artinya.
             Sedangkan di sisi yang lebih tinggi, yaitu di kalangan pejabat negara. Apabila kita mengetik di google dengan keyword “tidak hafal pancasila” akan ada berita, tulisan, dan serangkaian nama-nama pejabat yang tidak hafal pancasila, sungguh ironis. Seorang yang harusnya kita percayai untuk memimpin bangsa ini ternyata mengabaikan apa yang menjadi dasar negara mereka.
             
            Untuk itu kita sebagai pelajar Indonesia, hendaknya mulai menanamkan sifat cinta tanah air yang memang dari hati nurani kita masing-masing. Karena di masa depan kita lah yang menjadi pemimpin bagi bangsa ini. Kita adalah generasi emas yang digadang-gadang oleh pemerintah memiliki potensi dan andil yang besar di masa depan untuk itu mari kita belajar dan berlatih serta memperbaiki sikap dan perilaku kita supaya sesuai dengan nilai-nilai Pancasila

            Jayalah Indonesiaku

            Selamat Hari Lahirnya Pancasila


-Farisa Dwi Kurniawan
SMANDAPAFLASH