BELAJAR EFEKTIF DAN EFESIEN


BELAJAR EFEKTIF DAN EFESIEN


        Halo semuanya! kali ini kita akan membahas masalah belajar efektif dan efesien. 
Sebagian besar sekolah di kabupaten Pati telah melaksanakan Ulangan Tengah Semester (UTS). Dari pengalaman ini banyak siswa/siswi yang mengeluh dengan Ulangan Tengah semester ini. Lantas apa sih hubungannya pelaksanaan UTS dengan belajar efektif dan efesien?


Sebelumnya yang kita bahas dulu adalah apakah sebenarnya belajar efektif dan efesien itu? Belajar efektif adalah cara belajar yang akan atau memiliki tujuan dalam perubahan kognitif (dari tidak tahu menjadi tahu) , perubahan afektif atau sifat (dari negatif menjadi positif), dan perubahan psikomotor atau keterampilan (dari tidak terampil menjadi terampil

Menurut Steven R. Covey dalam Seven Habits of Highly Effective , bahwa belajar efektif mempunyai 7 langkah yaitu:
1. Bertanggung jawab atas dirimu sendiri
2. Pusatkan dirimu terhadap nilai dan prinsip yang kamu percaya
3. Kerjakan dulu mana yang penting
4. Anggap dirimu pada situasi “co-opetition”
5. Pahami orang lain, maka mereka akan memahamimu
6. Cari solusi yang lebih baik
7. Tantang dirimu sendiri secara berkesinambung

Nah, jadi kaitannya dengan pelaksanaan UTS kemarin dengan belajar efektif dan efesien adalah bahwa terkadang dalam belajar kita menginginkan sesuatu yang instan padahal sebenarnya belajar harus melewati suatu proses yang tidaklah sebentar. Akibatnya kita salah menaruh prioritas pada suatu hal yang penting dalam mata pelajaran.

Keluhan-keluhan dari siswa sebagian besar adalah karena mereka belum sepenuhnya menguasai materi yang dilatarbelakangi oleh banyak faktor. Faktor yang paling besar pengaruhnya adalah cara membagi waktu mereka belajar terkadang tidak seimbang dengan kegiatan yang lain. Akibatnya waktu belajar mereka kurang untuk kegiatan yang sia-sia


Nah, Kesimpulannya adalah dalam pelaksanaan ujian baik itu , UTS, UAS, ataupun UN sekalipun kita hanya perlu menghargai sebuah proses . Sebuah proses yang sangat panjang dan memiliki andil besar dalam hasil ujian nanti.

Sekian ya artikel kali ini, semoga bermanfaat untuk Ujian-ujian yang berikutnya tunggu artikel berikutnya!
(Farisa D.K/ X MIA 5)




0 comments:

Menuju Peresmian HIKAMADA

Menuju Peresmian HIKAMADA

          Himpunan Karana Muda SMANDAPA (HIKAMADA) adalah salah satu organisasi di SMA N 2 Pati yang bertujuan menampung murid untuk lebih terampil, lebih baik dan mereka bisa merasakan organisasi melalui tindakan PBB. Baik tindakan ketegasan maupun kedisiplinan. Jadi HIKAMADA intinya mengajarkan kita untuk disiplin. Namun sayangnya sampai saat ini, organisasi yang sudah populer di sekolah masih menunggu peresmiannya.
        
          Menurut Ketua HIKAMADA SMA 2 Pati, Ragil Cahyo Widodo, organisasi HIKAMADA memang sampai saat ini belum resmi. Tapi tahun ini rencanya akan diresmikan. ”Sekitar bulan oktober akan diadakan pengukuhan dan saat pengukuhan tersebut. Mau diadakan peresmian HIKAMDA yang AD/ART nya sudah diatur,” tutur Ragil Cahyo Widodo.

   Awal pembentukan HIKAMADA, kata Ragil Cahyo Widodo, dia tidak tahu. Informasi yang didapatnya yang membentuk kali pertama adalah Kak Windu yang merupakan alumni 2010.

               Untuk keanggotaan HIKAMADA dilakukan dengan seleksi oleh panitia dengan tata cara yang berbeda setiap tahunnya. “Ada yang pernah saat tahun saya Cuma seleksi alam. Tapi dua tahun belakangan ini kita melakukan seleksi tersendiri  seleksinya seperti lari ,fisik dan PBB tinggi badan, berat badan juga menentukan dan yang penting tinggi badan dan berat badan ideal,” Ujar Ketua HIKAMADA Pati.

      Ragil menjelaskan, sejak terbentuknya HIKAMADA sudah mampu menunjukkan prestasi. Seperti, juara II PASKIBRAKA tingkat kabupaten Pati.Tahun ini ada 8 anggota HIKAMADA yang masuk ke anggota PASKIBRA kabupaten.”Ini menyaingi SMA 1 Pati yang tahun lalu yang hanya mengirimkan 7 siswa. Dan kita selalu lebih tinggi dari SMA 3. Memang saingan paling ketat dari SMA 1 Pati,” Katanya.

       Ketua HIKAMADA Pati menambahkan dalam organisasi ini seluruh anggota memang membutuhkan kerja sama secara betingkat. “Misalnya kelas 10 latihan , yang kelas 11 menggantikan kelas 12. Kelas 12 hanya mengawasi jika ada kesalahan. Jadi jika ada latihan kelas 12 tidak ikut itu tidak apa-apa ikut juga tidak apa-apa. Dan anak kelas 12 ini cuman mengawasi kinerja dari dari kelas 10 seperti itu. Jadi ya kalo mengganggu itu tergantung anak kelas 12 nya sendiri. Kalo memang anak kelas 12nya terlalu di HIKAMADA ya mungkin mengganggu,” Jelasnya

Dalam organisasi ini kata Ragil, anggota dari kelas 10 sebagai anggota junior. Dan anak kelas 10 yang sekarang menjadi kelas 11 sebagai pelatih. Sedang yang semula kelas 11 menjadi kelas 12 sebagai pengawas. Anggota HIKAMADA berjumlah lebih dari 25 anak (sudah termasuk pengurus), tapi tidak tahu misalnya di tengah jalan ada pengunduran diri atau hal lain yang membuat salah satu individu keluar dari HIKAMADA. Namun jika di tengah jalan bisa saja terjadi perekrutan anggota jika memang individu tersebut berpotensi dan niat.

“Harapan saya untuk HIKAMADA kedepannya saya Cuma mau HIKAMADA itu saat lomba bisa sampai provinsi. Yang saya tahu HIKAMADA itu saat tiga tahun saya belum pernah sampai provinsi. Makanya saya minta dengan anak-anak kelas 11 yang sekarang mengurus supaya lebih keras lagi dalam latihan,” pungkas Ketua HIKAMADA Pati, Ragil Cahyo Widodo.
(Farisa D.K/ X MIA 5)




0 comments: