Liburan Produktif


            Sebagai seorang pelajar pada dasarnya kita harus menggunakan waktu sebaik-baiknya dan menggali semua potensi yang ada. Namun di berbagai kasus yang sering saya jumpai bahwa banyak siswa merasa tidak dapt mengembangkan bakat-minat serta hobi mereka yang terbilang produktif karena terbentur berbagai hal ketika di hari biasa seperti tugas dari sekolah, persiapan ulangan umum dan test lain yang serupa.
            Waktu libur panjang bisa dikatakan sebagai salah satu solusi bagi mereka yang memiliki keluhan ini. Dikarenakan di waktu libur panjang tersebut tugas yang mereka dapatkan tidak seberapa dibandingkan dengan ketika waktu sekolah biasa. Ketika liburan lebih baik digunakan untuk hal-hal yang produktif dan bermanfaat. Mencari pengalaman dan hal-hal baru disekitar termasuk didalamnya, begitu juga pengembangan hobi yang dimiliki oleh siswa tersebut. Berikut adalah cara-cara supaya liburan kalian lebih produktif :


  1. Gunakan untuk pengembangan bakat dan minat
Pengembangan bakat dan minat yang seringkali terbentur dengan waktu tugas dan ulangan membuat siswa cendurung tidak bebas. Meskipun di sekolah ada kegiatan Pengembangan Diri atau yang biasa disebut ekskul, tetap ada beberapa kegemaran dan hobi siswa yang tidak ada dalam daftar pengembangan diri tersebut.
  1. Lakukanlah hobi agar liburanmu berwarna
“Semua orang perlu hobi” ungkapan itu yang sering kita dengar. Memang benar kenyatannya. Namun ada baiknya apabila hobi yang kkita punya bermanfaat dan bersifat produktif seperti musik, menulis, membuat desain dan sebagainya. Waktu liburan bisa digunakan untuk mengoptimalkan itu semua karena banyaknya waktu kosong yang sering kita jumpai diwaktu liburan membuat kita sering merasa bosan. Lakukan saja hobi kalian untuk mengisi waktu kosong tersebut yang mungkin dapat menghasilkan dikemudian hari kita ambil contoh saja orang yang hobi menulis : dalam satu waktu dia akan mendapatkan beberapa lembar tulisan. Apabila tiap hari dia menulis dan liburan itu sendiri sangat panjang di akhir liburan dia bisa-bisa membuat satu lembar buku yang bisa diterbitkan dan menghasilkan uang. Wow

  1. Jangan takut untuk mencari hal-hal baru
Mencari hal-hal baru kerap kita jumpai pada orang yang sudah bosan pada suatu bidang. Misalnya ada seorang penulis yang merasa bosan untuk menulis lagi dan ingin keluar untuk mencari hal baru seperti mencoba public speaking atau yang lainnya. Bisa saja ketika mencoba  public speaking tersebut dia merasa lebih nyaman atau lebih bisa berkembang dan akhirnya rehat dulu dari kepenulisannya yang ternyata menimbulkan hikmah bagi dirinya sendiri.

0 comments:

SMA N 2 PATI IKUTI SERASEHAN BUDAYA PATI

Hari Sabtu (16/12) SMA N 2 Pati diundang untuk menghadiri acara serasehan budaya Pati. Merupakan program yang dilaksanakan Dinas Pendidikan Kabupaten Pati bekerjasama dengan yayasan Ki Ageng Penjawi dilaksanakan di Kantor Dinas Pendidikan.Dimana setiap sekolah diminta untuk mengirimkan dua orang siswa sebagai perwakilan. SMA N 2 Pati sendiri mengirimkan Said Sukawijaya (XI MIA 3) dan Farisa Dwi Kurniawan (XI MIA 2).
Kepala PPTK Dinas Pendidikan Pati Pak Ahmadi mengatakan, acara sarasehan budaya ini dilaksanakan sebagai upaya untuk melestarikan budaya Indonesia khususnya budaya daerah Pati pada generasi muda.
” Kami memang memilih generasi muda atau pelajar untuk mengikuti acara ini. Karena merekalah yang nantinya punya kewajiban untuk melestarikan budaya tersebut,” terang beliau
Pak Ahmadi melanjutkan, kegiatan seperti ini memang sangat penting untuk dilaksanakan secara berkala. Karena melihat gempuran budaya luar yang terus masuk ke Indonesia, memang perlu ada upaya untuk terus mengenalkan budaya nusantara kepada masyarakat.
Pemateri dari Yayasan Ki Ageng Penjawi Mukhlis Reza Sukmana menambahkan, sebegai generasi muda, mereka tidak perlu malu untuk mengekspresikan kebudayaannya. Karena budaya merupakan sebuah identitas diri yang sangat tinggi nilainya.
” Tak perlu malu untuk jadi penari adat, seorang sinden, atau profesi lainnya. Karena semua itu harusnya menjadi nilai lebih,” paparnya.
Tak hanya itu, Ia juga berpesan agar para generasi muda di Pati bisa ikut menjaga kearifan lokal yang dimiliki oleh Kabupaten Pati. Pasalnya, jika bukan orang Pati sendiri yang melestarikan, tentu kearifan lokal tersebut, lama-lama akan punah.
” Bahkan kecenderungannya, jika  sampai budaya itu diklaim oleh orang, daerah, atau negara lain, kita baru mempermaslahkannya,” Jelas Mas Reza
Selain itu dalam acara tersebut ada semacam kuis yang dapat dijawab oleh para peserta dimana mereka yang dapat menjawab diberikan hadiah berupa buku kamus bahasa Indonesia dan beberapa cenderamata dari Mas Reza 
Hal mengesankan lain yang didapatkan oleh peserta yaitu mereka dapat melihat langsung pusaka dari Pati berupa Keris Rambut Pinutung dan Werug Kalidoro yang asli dan bukan replika.










Jurnalistik SMA N 2 Pati
-SMANDAPAFLASH
Farisa Dwi Kurniawan XI MIA 2

0 comments:

Nobar Final Piala AFF 2016 di SMANDAPA


Pada sabtu malam (17/12) SMA N 2 Pati menggelar acara Nonton Bareng (Nobar) Piala AFF 2016 di gedung aula SMA N 2 Pati tepatnya gedung Sasana Langen Suka. Kegiatan ini juga merupakan salah satu wujud bahwa SMA N 2 Pati memiliki jiwa nasionalisme yang tinggi. Memang pada akhirnya mereka agak kecewa karena Timnas Indonesia gagal meraih juara, namun mereka tetap bangga dapat mendukung Tim Garuda hingga ke babak final. Selain itu pihak penyelenggara juga bangga karena dapat menyelenggarakan acara nonton bareng ini dengan meriah







Jurnalistik SMA N 2 Pati
-SMANDAPAFLASH
1.Farisa Dwi Kurniawan XI MIA 2
2.Thoif Zara Amrullah XI MIA 4

0 comments:

SMAN 2 Pati Gelar Showcase Dan SPMI


 SMAN 2 Pati sebagai satu dari 350 sekolah model yang ada di Provinsi Jawa Tengah menjadi tuan rumah kegiatan showcase dan sistem penjaminan mutu internal (SPMI) bagi 130 sekolah dari 13 kabupaten di Jawa Tengah pada Kamis (15/12) 



Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Pati Sarpan mengakui, hingga 2014 sekolah di Indonesia baru 16% yang memenuhi standar nasional pendidikan. Penjaminan mutu tersebut bukan hanya di tingkat internal, juga eksternal. “Kelemahan pendidikan diidentifikasi karena lemahnya supervisi. Jadi, keduanya harus kita lakukan yang eksternal dan internal/school community sendiri,” kata Sarpan saat memberikan sambutan dalam acara showcase dan SPMI SMAN 2 Pati. 

SPMI, menurut Kepala SMAN 2 Pati Mochammad Yamin, sebagai penjaminan mutu yang berjalan di satuan pendidikan yang dilaksanakan oleh semua warga yang ada di dalam sekolah, semua komponen dalam upaya meraih standar nasional pendidikan (SNP). “SNP itu standar yang ditentukan oleh pemerintah dan harus dipenuhi oleh sekolah tersebut dan oleh semua pemangku kepentingan di dalam sekolah tersebut. Baik dari kepala sekolah, guru maupun penata administrasi, dan harus didukung oleh komite,” katanya. 

Perjalanan menjadi sekolah model, diakui Yamin, sekolah tersebut harus diusung oleh Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP). “Harapannya, sekolah model ini menjadi sekolah acuan untuk beberapa sekolah di se-kitarnya dalam rangka menja - lankan penjaminan mutu pendidikan secara mandiri di sekolah tersebut,” ujarnya. 

Dalam kegiatan tersebut, sejumlah prestasi yang pernah diraih SMAN 2 Pati, seperti predikat sekolah yang teduh dan rindang pada 2015, juara 1 kategori sekolah sehat pada 2016, gelar juara Adiwiyata Nasional pada 2015.Selama kegiatan berlangsung kepanitiaan dilaksanakan oleh Duta Adiwiyata dan Saka Kalpataru SMA N 2 Pati. Mereka terdiri dari 16 siswa Adiwiyata dan 6 siswa Saka Kalpataru  Dalam showcase ini, terdiri atas beberapa acara, di antaranya paduan suara oleh SMA N 2 Pati, rebana oleh SD N Gabus, gitar tunggal SMP N Gabus, tari kretek SMP N 1 Jekulo, organ tunggal SMP N Tayu, serta kunjungan pameran oleh semua peserta dan tamu undangan. 


















Jurnalistik SMA N 2 Pati
-SMANDAPAFLASH
1.Farisa Dwi Kurniawan XI MIA 2
2.Farell Valerian XI IIS 3
3.Early Danendra Putra

Sumber inspirasi : Koran SINDO


0 comments:

Peringatan Maulid Nabi SMANDAPA

Hari Rabu (14/12) SMA N 2 Pati menyelenggarakan acara Maulid Nabi dengan mengadakan ceramah. Kegiatan dibuka dengan rebana dari Rohis yang merupakan penyelenggara sekaligus panitia acara tersebut. Acara selanjutnya setelah pembukaan adalah sambutan-sambutan. Sambutan yang pertama adalah dari Kepala Sekolah SMA N 2 Pati, Bp. Moch. Yahmin dan kemudian dari ketua panitia yaitu Bagus Maulana (XI MIA 2). Dalam ceramah tersebut hal yang paling ditonjolkan adalah pembahasan sifat Shidiq, Amanah, Tabligh, Fathanah. Semoga dengan kegiatan ceramah ini dapat membuat siswa menjadi lebih baik dalam bertindak.


























0 comments: