Hari kamis (20/4) SMA N 2 Pati menyelenggarakan acara Fair & Festival Art atau acara pameran dan festival seni yang berlangsung di gedung Sasana Langen Suka. Acara yang memang agenda tahunan tersebut mendapat apresiasi yang tinggi dari semua pihak. Dalam acara tersebut siswa kelas XI mempersembahkan pentas cipta lagu serta menampilkan pameran, sedangkan kelas X mempersembahkan kolaborasi seni. Untuk persiapan acara ini dari pihak sekolah sudah memperingatkan para siswa untuk sudah melakukan persiapan jauh-jauh hari sebelum acara dimulai. Siswa kelas X dan XI yang terlibat dalam acara ini mengaku sangat antusias untuk mengikuti acara ini dikarenakan event ini hanya ada setahun sekali dan tiap tahunnya berbeda. Tidak lupa bahwa acara kemarin tersebut merupakan acara yang dibuka untuk umum, jadi siapapun bisa ikut menonton dan mengapresiasi hasil karya siswa SMA N 2 Pati ini
Fair & Festival Art SMA N 2 Pati
Catatan Senior : Asyajib Gufron (XII MIA 4)
Catatan Senior : Asyajib Gufron (XII MIA 4)
Hallo guys, kali ini kita dari SMANDAPAFLASH dapat narasumber nih,
salah satu dari kakak kelas kita dari XII MIA-4 yaitu Asyajib Gufron. Buat yang
belum tau salah satu figur ini , kak Asyajib ini adalah wakil ketua OSIS periode
2015/2016. Mau tau apa saja sih yang dia katakan sama kita? Yuk mari kita ulas.
Dalam perjalanannya sebagai wakil
ketua OSIS, kak Asyajib atau lebih akrab dipanggil Kak Ajib ini mengakui bahwa
jalan yang dilaluinya tidaklah mudah.
“Seperti naik gunung, berliku-liku, naik turun , dan ngga mulus
semulus tangan mantan” Ungkapnya dengan penuh canda.
Tapi meskipun begitu Kak Ajib
mengaku bahwa banyak pengalaman yang didapatkan ketika masih menjabat sebagi
wakil ketua OSIS. Seperti melatih kerjasama dalam tim dan kepemimpinan dan
terkadang dapat membuatnya lebih dekat dengan guru.
Pengalaman berharga dan mengesankan
lainnya adalah ketika dia memimpin suatu event yang terbilang besar dan
menyangkut nama baik SMA N 2 seperti pagelaran seni, terlebih di tahun
jabatannya pagelaran seni tersebut dibuka untuk umum yang menuntut persiapan
yang matang.
Pencapaian pada masa jabatan Kak
Ajib ini bisa dikatakan hampir 100% karena semua event sudah dilakukan tapi ada
beberapa program kerja yang belum terwujud.
“mungkin juga ada program kerja yang belum ter-realisasi karena ya
ada beberapa kondisi seperti keuangan, perizinan dan sebagainya” Kata Kak Ajib
Sebagai wakil ketua OSIS yang merupakan salah satu jabatan
bergengsi di sekolah setelah ketua OSIS, haruslah dituntut untuk menjadi lebih
profesional dalam berorganisasi. Pengalaman menjadi pengurus OSIS di kelas X
yang sudah menjadi bekal Kak Ajib sekaligus menjadi pondasi dalam kegiatan
berorganisasi membuatnya sangat terbantu dalam menyelesaikan masalah.
Berorganisasi tidak lepas dari pengalaman suka dan duka para
anggotanya. Nah, pengalaman Kak Ajib yang bersifat suka adalah ketika kompak melakukan kerja sama
dalam suatu event dan suka melihat teman-teman yang antusias dalam rapat dalam
mengadakan event itu tapi di sisi lain juga terdapat banyak duka.
“Satu sisi saya orangnya agak pendiam, jadi kurang punya banyak
teman, walaupun punya jabatan, tapi itu tidak menyurutkan niat saya untuk
selalu muncul dalam organisasi terus yang paling saya tidak suka dalam sebuah
event itu biasanya kan habis event itu biasanya ada waktu untuk konsumsi, nah
teman-teman itu malah ninggalin tugasnya dulu malah enak-enak makan sama ninggalin
yang lainnya yang kerja dan ketika kerjaan selesai mereka yang tadi makan dulu
kan tidak punya kerjaan sudah. Apalagi yang terakhir ini konsumsi nya malah
kurang atau kadang habis jadi malah mementingkan dirinya dulu.”Jelasnya
Bekerja dalam
organisasi di suatu sekolah pasti ada waktu dispensasi dalam kerja karena
biasanya akan ada event-event besar menanti dan menuntut siswa untuk
mengikuti waktu dispensasi. Di OSIS sendiri yang merupakan salah satu
organisasi yang paling sering mengadakan event pastinya paling sering
untuk melakukan dispensasi. Nah, Kak Ajib punya cara dalam menghadapi dispen
tersebut. Yakni harus bijak tentunya karena pada dasarnya waktu belajar yang
kita pakai untuk kegiatan diluar (dispensasi) harus kita bayar, mungkin dengan
cara les diluar atau tanya teman dan bertanya kepada guru mata pelajaran. Jadi
secara sederhana kita harus belajar dua kali dari yang lainnya karena satu sisi
juga ada kepentingan harus melakukan tugas organisasi.
Di akhir perbincangan Kak Ajib berpesan kepada adik-adik ada dua
hal yang utama yaitu jangan lupakan garis komando dan tetap menjalin kedekatan
antar pengurus OSIS
“Saya tidak mau melihat OSIS tahun ini seperti dengan tahun saya,
yang pasti ada dua hal yang pertama jangan lupakan garis komando atau garis
isntruksi yang sering menjadi alasan perpecahan OSIS yang kedua itu tetap
menjalin kedekatan antar pengrus OSIS agar kerjasama tetap berlanjut”
Di sekolah nggak ngomongin cinta-cintaan nggak seru juga ya guys.
Kehidupan asmara kakak kelas kita yang satu ini masih mencari kesana-kemari dan
belum mendapatkan suatu hal yang berarti dalam kisah asmaranya.
“Di SMA 2 ini kayaknya kok ngga ada yang cocok, saya masih mencari
dan semoga nanti mungkin sebelum meninggalkan SMA 2 ini bisa bertemulah satu
orang, masa ya ngga ada cinta di sekolah sendiri” Ujar Kak Ajib
Yah, itu tadi guys perbincangan kita dengan Kak Asyajib. Semoga
bermanfaat ya. Untuk artikel dan bincang-bincang lainnya kalian bisa request
topik atau artikel yang nanti bisa kita post disini okelah... sekian dulu
ya guys....
Jurnalistik SMA
N 2 Pati
-SMANDAPAFLASH
1.Farisa Dwi
Kurniawan XI MIA 2
2.Farell
Valerian XI IIS 3
3.Azmi Rafif
Hibatullah X IIS 2
Liburan Produktif
Liburan Produktif
Sebagai seorang pelajar pada
dasarnya kita harus menggunakan waktu sebaik-baiknya dan menggali semua potensi
yang ada. Namun di berbagai kasus yang sering saya jumpai bahwa banyak siswa
merasa tidak dapt mengembangkan bakat-minat serta hobi mereka yang terbilang
produktif karena terbentur berbagai hal ketika di hari biasa seperti tugas dari
sekolah, persiapan ulangan umum dan test lain yang serupa.
Waktu libur panjang bisa dikatakan
sebagai salah satu solusi bagi mereka yang memiliki keluhan ini. Dikarenakan di
waktu libur panjang tersebut tugas yang mereka dapatkan tidak seberapa
dibandingkan dengan ketika waktu sekolah biasa. Ketika liburan lebih baik
digunakan untuk hal-hal yang produktif dan bermanfaat. Mencari pengalaman dan
hal-hal baru disekitar termasuk didalamnya, begitu juga pengembangan hobi yang
dimiliki oleh siswa tersebut. Berikut adalah cara-cara supaya liburan kalian
lebih produktif :
- Gunakan untuk pengembangan bakat dan minat
Pengembangan bakat dan minat yang seringkali terbentur dengan waktu
tugas dan ulangan membuat siswa cendurung tidak bebas. Meskipun di sekolah ada
kegiatan Pengembangan Diri atau yang biasa disebut ekskul, tetap ada beberapa
kegemaran dan hobi siswa yang tidak ada dalam daftar pengembangan diri tersebut.
- Lakukanlah hobi agar liburanmu berwarna
“Semua orang perlu hobi” ungkapan itu yang sering kita dengar.
Memang benar kenyatannya. Namun ada baiknya apabila hobi yang kkita punya
bermanfaat dan bersifat produktif seperti musik, menulis, membuat desain dan
sebagainya. Waktu liburan bisa digunakan untuk mengoptimalkan itu semua karena
banyaknya waktu kosong yang sering kita jumpai diwaktu liburan membuat kita
sering merasa bosan. Lakukan saja hobi kalian untuk mengisi waktu kosong
tersebut yang mungkin dapat menghasilkan dikemudian hari kita ambil contoh saja
orang yang hobi menulis : dalam satu waktu dia akan mendapatkan beberapa lembar
tulisan. Apabila tiap hari dia menulis dan liburan itu sendiri sangat panjang
di akhir liburan dia bisa-bisa membuat satu lembar buku yang bisa diterbitkan
dan menghasilkan uang. Wow
- Jangan takut untuk mencari hal-hal baru
Mencari hal-hal baru kerap kita jumpai pada orang yang sudah bosan
pada suatu bidang. Misalnya ada seorang penulis yang merasa bosan untuk menulis
lagi dan ingin keluar untuk mencari hal baru seperti mencoba public speaking
atau yang lainnya. Bisa saja ketika mencoba
public speaking tersebut dia merasa lebih nyaman atau lebih bisa
berkembang dan akhirnya rehat dulu dari kepenulisannya yang ternyata menimbulkan
hikmah bagi dirinya sendiri.
SMA N 2 PATI IKUTI SERASEHAN BUDAYA PATI
SMA N 2 PATI IKUTI SERASEHAN BUDAYA PATI
Hari Sabtu (16/12) SMA N 2 Pati diundang untuk menghadiri acara serasehan budaya Pati. Merupakan program yang dilaksanakan Dinas Pendidikan Kabupaten Pati bekerjasama
dengan yayasan Ki Ageng Penjawi dilaksanakan di Kantor Dinas Pendidikan.Dimana setiap sekolah diminta untuk mengirimkan dua orang siswa sebagai perwakilan. SMA N 2 Pati sendiri mengirimkan Said Sukawijaya (XI MIA 3) dan Farisa Dwi Kurniawan (XI MIA 2).
Kepala
PPTK Dinas Pendidikan Pati Pak Ahmadi mengatakan, acara sarasehan budaya ini
dilaksanakan sebagai upaya untuk melestarikan budaya Indonesia
khususnya budaya daerah Pati pada generasi muda.
” Kami
memang memilih generasi muda atau pelajar untuk mengikuti acara ini.
Karena merekalah yang nantinya punya kewajiban untuk melestarikan budaya
tersebut,” terang beliau
Pak Ahmadi melanjutkan, kegiatan seperti ini
memang sangat penting untuk dilaksanakan secara berkala. Karena melihat
gempuran budaya luar yang terus masuk ke Indonesia, memang perlu ada
upaya untuk terus mengenalkan budaya nusantara kepada masyarakat.
Pemateri
dari Yayasan Ki Ageng Penjawi Mukhlis Reza Sukmana menambahkan, sebegai
generasi muda, mereka tidak perlu malu untuk mengekspresikan
kebudayaannya. Karena budaya merupakan sebuah identitas diri yang sangat
tinggi nilainya.
” Tak
perlu malu untuk jadi penari adat, seorang sinden, atau profesi lainnya.
Karena semua itu harusnya menjadi nilai lebih,” paparnya.
Tak
hanya itu, Ia juga berpesan agar para generasi muda di Pati bisa ikut
menjaga kearifan lokal yang dimiliki oleh Kabupaten Pati. Pasalnya, jika
bukan orang Pati sendiri yang melestarikan, tentu kearifan lokal
tersebut, lama-lama akan punah.
” Bahkan
kecenderungannya, jika sampai budaya itu diklaim oleh orang, daerah,
atau negara lain, kita baru mempermaslahkannya,” Jelas Mas Reza
Selain itu dalam acara tersebut ada semacam kuis yang dapat dijawab oleh para peserta dimana mereka yang dapat menjawab diberikan hadiah berupa buku kamus bahasa Indonesia dan beberapa cenderamata dari Mas Reza
Hal mengesankan lain yang didapatkan oleh peserta yaitu mereka dapat melihat langsung pusaka dari Pati berupa Keris Rambut Pinutung dan Werug Kalidoro yang asli dan bukan replika.
Hal mengesankan lain yang didapatkan oleh peserta yaitu mereka dapat melihat langsung pusaka dari Pati berupa Keris Rambut Pinutung dan Werug Kalidoro yang asli dan bukan replika.
-SMANDAPAFLASH
Farisa Dwi Kurniawan XI MIA 2
Nobar Final Piala AFF 2016 di SMANDAPA
Nobar Final Piala AFF 2016 di SMANDAPA

Pada sabtu malam (17/12) SMA N 2 Pati menggelar acara Nonton Bareng (Nobar) Piala AFF 2016 di gedung aula SMA N 2 Pati tepatnya gedung Sasana Langen Suka. Kegiatan ini juga merupakan salah satu wujud bahwa SMA N 2 Pati memiliki jiwa nasionalisme yang tinggi. Memang pada akhirnya mereka agak kecewa karena Timnas Indonesia gagal meraih juara, namun mereka tetap bangga dapat mendukung Tim Garuda hingga ke babak final. Selain itu pihak penyelenggara juga bangga karena dapat menyelenggarakan acara nonton bareng ini dengan meriah
Jurnalistik SMA N 2 Pati
-SMANDAPAFLASH
1.Farisa Dwi Kurniawan XI MIA 2
2.Thoif Zara Amrullah XI MIA 4
SMAN 2 Pati Gelar Showcase Dan SPMI
SMAN 2 Pati Gelar Showcase Dan SPMI

SMAN 2 Pati sebagai satu dari 350 sekolah model yang ada di Provinsi Jawa Tengah menjadi tuan rumah kegiatan showcase dan sistem penjaminan mutu internal (SPMI) bagi 130 sekolah dari 13 kabupaten di Jawa Tengah pada Kamis (15/12)
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Pati Sarpan mengakui, hingga 2014 sekolah di Indonesia baru 16% yang memenuhi standar nasional pendidikan. Penjaminan mutu tersebut bukan hanya di tingkat internal, juga eksternal. “Kelemahan pendidikan diidentifikasi karena lemahnya supervisi. Jadi, keduanya harus kita lakukan yang eksternal dan internal/school community sendiri,” kata Sarpan saat memberikan sambutan dalam acara showcase dan SPMI SMAN 2 Pati.
SPMI, menurut Kepala SMAN 2 Pati Mochammad Yamin, sebagai penjaminan mutu yang berjalan di satuan pendidikan yang dilaksanakan oleh semua warga yang ada di dalam sekolah, semua komponen dalam upaya meraih standar nasional pendidikan (SNP). “SNP itu standar yang ditentukan oleh pemerintah dan harus dipenuhi oleh sekolah tersebut dan oleh semua pemangku kepentingan di dalam sekolah tersebut. Baik dari kepala sekolah, guru maupun penata administrasi, dan harus didukung oleh komite,” katanya.
Perjalanan menjadi sekolah model, diakui Yamin, sekolah tersebut harus diusung oleh Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP). “Harapannya, sekolah model ini menjadi sekolah acuan untuk beberapa sekolah di se-kitarnya dalam rangka menja - lankan penjaminan mutu pendidikan secara mandiri di sekolah tersebut,” ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut, sejumlah prestasi yang pernah diraih SMAN 2 Pati, seperti predikat sekolah yang teduh dan rindang pada 2015, juara 1 kategori sekolah sehat pada 2016, gelar juara Adiwiyata Nasional pada 2015.Selama kegiatan berlangsung kepanitiaan dilaksanakan oleh Duta Adiwiyata dan Saka Kalpataru SMA N 2 Pati. Mereka terdiri dari 16 siswa Adiwiyata dan 6 siswa Saka Kalpataru Dalam showcase ini, terdiri atas beberapa acara, di antaranya paduan suara oleh SMA N 2 Pati, rebana oleh SD N Gabus, gitar tunggal SMP N Gabus, tari kretek SMP N 1 Jekulo, organ tunggal SMP N Tayu, serta kunjungan pameran oleh semua peserta dan tamu undangan.
Jurnalistik SMA N 2 Pati
-SMANDAPAFLASH
1.Farisa Dwi Kurniawan XI MIA 2
2.Farell Valerian XI IIS 33.Early Danendra Putra
Sumber inspirasi : Koran SINDO
Subscribe to:
Posts (Atom)




























