GURU HEBAT BERPRESTASI : BAPAK MULYONO


Hallo Guys...Apa Kabar kamu? Team Jurnalistik SMANDAPAFLASH punya cerita inspiratif lagi lho. Nah pengin tahu ceritanya? Yuuukk ikuti liputan kami tentang kisah inspiratif dari SMA Negeri 2 Pati, Bapak Mulyono
            Bapak Mulyono atau yang akrab kita sapa “Pak Mul” ini adalah salah satu guru yang memiliki banyak sekali prestasi. Setiap tahun seolah sudah wajib bagi beliau untuk terus-menerus “mendulang emas”.
            Banyak sekali prestasi yang diperoleh beliau selama menjabat sebagai guru seperti : memenangi lomba menulis cerpen, sayembara penulisan buku, menulis cerita anak tingkat provinsi, hingga menulis resesnsi tingkat nasional. Tidak hanya dalam hal menulis, ada prestasi yang sangat diakui oleh umum sampai-sampai beliau ditunjuk menjadi juri dalam berbagai lomba tingkat kabupaten hingga provinsi.
            Karena prestasi beliau tersebut, beliau sering diundang sebagai narasumber dalam berbagai acara kedinasan, baik di tingkat kabupaten , provinsi , maupun nasional
            Guru yang masih haus akan ilmu ini mengaku bahwa motivasinya untuk berprestasi adalah bagian dari belajar
“Hidup adalah belajar dan belajar untuk hidup.  Hidup yang kita jalani adalah bentuk pembelajaran dari alam, dan belajar untuk artinya aktivitas belajar itu terus dan berkembang senantiasa belajar materi apapun dari siapapun, serta dimanapun” Ungkap Beliau
            Nah tentunya beliau ini juga memiliki pesan untuk para muridnya yang berisi bahwa apapun yang terjadi dalam menuntut ilmu, entah itu tantangan , hambatan dan sebagainya kita sebagai murid harus tetap belajar dengan setulus dan seikhlas mungkin. Setelah lulus nanti ilmu kita akan tumbuh dan berbuah yang mebanggakan dan bermanfaat bagi sesama.
            Selain itu beliau juga berpesan untuk hormat kepada guru. Karena sesungguhnya guru adalah pemegang kunci ilmu. Dengan demikian hidup kita akan lebih barokah.
            Nah orang yang berpestasi seperti Bapak Mulyono ini tentunya punya tips dan trik juga kan?. Beliau juga akan membagikan tips dan trik untuk bisa berprestasi cara yaitu :
            Beliau memakai Tehnik KITA ASOI yang merupakan singkatan dari : Katalisator, Tehnik latihan terbimbing,  dan Ilustrasi dari idola.
-          Katalisator
Kita harus memompa, mendorong, memotivasi meletupkan kemampuan. Sebenarnya seberapapun anak itu sudah punya bekal. Tugas guru adalah menggerakkan atau mendorong saja
-          Tehnik latihan terbimbing
Membimbing secara sistematis, terprogram, terpadu, dan berkelanjutan
-          Ilustrasi dari idola
Kita dapat menghadirkan tokoh idola sebagai penyemangat. Tokoh idola dapat orang , profil orangs sukses yang diperoleh dari sumber media massa baik elektronik maupun cetak, seperti : radio,TV, koran, atau website di internet
Itu  guys cerita inspiratif  Guru hebat Kita. Tentunya kami punya catatan yang menarik lagi yang perlu kamu baca juga. Tapi tunggu ya untuk artikel yang berikutnya.


Tim Jurnalistik SMA N 2 Pati




Passing Grade PPDB SMAN 2 Pati 2016/2017 (3)

Pada Hari Ketiga ini hasil Passing Grade tertinggi dan terendah adalah sebagai berikut :
Nilai tertinggi     : 38,95
Nilai Terendah    : 30,75


Berikut adalah hasil akhir dari PPDB SMA N 2 Pati Tahun 2016/2017. Pengumuman Resmi akan diumumkan pada Sabtu 2 Juli 2016, pukul 08.00 di SMA N 2 Pati. Selamat bagi kalian yang diterima di SMA N 2 Pati. Bagi yang belum semoga dapat lebih berprestasi di sekolah yang lain.


Tim Jurnalistik SMA N 2 Pati





Passing Grade PPDB SMAN 2 Pati 2016/2017 (2)

Pada Hari Kedua ini hasil Passing Grade tertinggi dan terendah adalah sebagai berikut :
Nilai tertinggi     : 38,95
Nilai Terendah    : 30,95


Silahkan dipantau untuk hari besok. Besok adalah hari terakhir penerimaan siswa baru. Demikian info yang kami sampaikan. Silahakan tunggu update untuk besoknya

Tim Jurnalistik SMA N 2 Pati

Passing Grade PPDB SMAN 2 Pati 2016/2017 (1)

Pada Hari Pertama ini hasil Passing Grade tertinggi dan terendah adalah sebagai berikut :
Nilai tertinggi     : 38,95
Nilai Terendah   : 18,95
Kuota Penerimaan Siswa Baru          : 360 Siswa 
 Total Pendaftar                                 : 348 Siswa 
 Calon Siswa Sudah Terverifikasi     : 347 Siswa 
 Calon Siswa Sudah Cabut                : 0     Siswa 
 Calon Siswa Dalam Kota                 : 347 Siswa 










Menulis Untuk Ngabuburit, Kenapa Tidak?

Bulan puasa tidak bisa dilepaskan dengan ngabuburit. Kata ngabuburit berasal dari bahasa Sunda yang sudah diakui dan digunakan secara nasional, yang jika diartikan secara bebas adalah sebuah kegiatan yang dilakukan oleh orang yang berpuasa pada waktu sore hari sambil menunggu datangnya waktu buka puasa. 
Kegiatan ngabuburit bentuknya beragam, mulai dari jalan-jalan sore sambil mencari takjil untuk buka puasa, membaca (tadarrus)Al-Qur’an, membaca buku, memasak untuk menu buka puasa, olah raga ringan, atau bermain game.
Selain kegiatan-kegiatan tersebut di atas, salah satu kegiatan yang dilakukan untuk mengisi kegiatan ngabuburit adalah aktivitas menulis, khususnya bagi orang yang memang hobi menulis. Beragam jenis tulisan dapat sesuai dengan passion-nya, bisa artikel, sajak, cerpen, novel, dan sebagainya. Disamping bertema bebas, bulan ramadhan ini, tulisan-tulisan yang dibuat bisa bertema tentang ramadhan supaya lebih kontekstual.
Melalui kegiatan menulis, waktu yang ngabuburit menjadi sangat menyenangkan. Ketika jari-jari tangan menari di atas keyboard laptop atau tab, tidak terasa suara adzan maghrib berkumandang, dan waktu berbuka pun telah tiba. Sang penulis menghentikan sejenak aktivitasnya, dan berbuka puasa. Seteguk air putih dan semangkok sop buah sudah cukup mengilangkan lapar dan haus yang sejak siang begitu terasa menyerang tenggorokan. Setelah berbuka puasa dan shalat maghrib, aktivitas menulis bisa dilanjutkan sampai datangnya waktu Isya dan shalat taraweh.
Bagi penikmatnya, aktivitas menulis akan sangat menyenangkan. Waktu yang terus berlalu terasa begitu cepat. Rasa lapar dan haus dikalahkan oleh hasrat untuk menulis. Andai saja tidak terinterupsi oleh waktu buka puasa, maka aktivitas menulis pun akan dilakukan tanpa jeda.
Mengisi aktivitas ngabuburit dengan menulis sebenarnya bukan hanya monopoli orang yang hobi menulis saja, tetapi juga bagi orang yang ingin belajar menulis atau penulis pemula. Di bulan ramadhan ini ada menyelenggarakan pelatihan-pelatihan menulis agar bulan ramadhan terasa lebih bermakna atau bermanfaat.
Selama ini istilah ngabuburit identik dengan jalan-jalan sore menghabiskan waktu sampai datangnya waktu berbuka puasa. Dengan kata lain, waktu yang digunakan kurang bermanfaat karena hanya diisi dengan jalan-jalan saja. Oleh karena itu, pola pikir ini harus diperbaiki. Waktu ngabuburit harus diisi dengan kegiatan yang bermanfaat, dimana salah satunya adalah dengan menulis.
Pada bulan ramadhan ini, segala sesuatu yang baik bernilai ibadah. Tidurnya orang yang berpuasa saja bernilai ibadah, apalagi kalau ada aktivitas positif lain yang lebih bermanfaat, pasti nilai ibadahnya lebih tinggi daripada sekedar tidur. Dan menulis pun dapat diniatkan sebagai ibadah.
Menulis, apalagi menulis hal-hal yang menambah wawasan, pengetahuan, dan mampu mencerahkan sangat bermanfaat bagi pembacanya. Menulis sebagai sebuah “sedekah intelektual” dari penulisnya untuk pembacanya. Sedekah tidak perlu dalam bantuk materi, tapi juga dalam bentuk ide atau pemikiran.
Semakin banyak sebuah ide mampu menginspirasi atau memotivasi pembacanya, maka keberkahannya semakin besar. Misalnya, ketika sebuah tulisan membahas tentang keutamaan sedekah, lalu setelah membaca tulisan tersebut para pembaca terinspirasi untuk bersedekah, maka tulisan tersebut telah memiliki nilai keberkahan. Berkah artinya adalah menambah nilai sebuah kebaikan dari suatu hal.
Aktivitas menulis di bulan ramadhan bukan tanpa tantangan. Tantangan yang dihadapi antara lain; rasa lelah, ngantuk, dan rasa malas, tetapi dengan niat dan komitmen yang kuat, maka tantangan tersebut dapat dikalahkan. Bagi penulis pemula, lakukan aktivitas menulis sesuai dengan kemampuan masing-masing. Menulislah walaupun hanya satu sampai dua paragraf, yang penting pada hari tersebut ada karya yang dihasilkan. Kalau ada istilah one day one juz sebagai upaya untuk memasyarakatkan kegiatan membaca Al-Qur’an,mengapa tidak dibuat istilah one day one article?Kalau belum mampu melakukannya, minimal setiap hari ada progressdari aktivitas menulis.
Kegiatan menulis dapat menambah nilai keberkahan dan manfaat aktivitas ngabuburit. Bagi Anda yang belum mencoba mengakrabi dunia menulis, momen ramadhan dapat dijadikan sebagai sarana untuk mencoba untuk menulis. Menulis itu ibadah, menulis itu jihad, menulis itu menyehatkan, dan menulis itu mencerahkan. Selamat mengisi ramadhan dengan aktivitas yang bermanfaat
Sumber: http://thr.kompasiana.com/idrisapandi/ngabuburit-dengan-menulis-mengapa tidak%2057629df564afbd7c09bc8b1b

SMA N 2 Pati Gelar Acara Bazaar Sosial (3)

Pada Hari Jum'at 17 Juni 2016 acara bazaar sosial SMA N 2 Pati resmi ditutup. Pada hari ketiga atau hari penutupan ini terjadi penjualan yang habis-habus an lho!. Sampai-sampai di salah satu stand kelas pun hingga kehabisan stok!.Di hari yang ketiga ini juga diumumkan untuk berbagai kejuaraan yang kemarin dan dimeriahkan dengan hiburan solo vokal oleh siswa-siswi SMA N 2 Pati.Yaitu festival band secara umum dan perorangan dan juga lomba mewarnai dan menggambar. Acara bazaar sosial ini ditutup secara langsung oleh Bu Ririn selaku Humas. Karena Kepala sekolah , Bapak Sumaryo dan Waka Kesiswaan , Bapak Mulyono sekaligus sebagai ketua panitia berhalangan hadir. Nah bagaimana guys untuk yang kemarin datang ke bazaar SMA N 2 Pati?. Pasti seru kan ! Buat yang belum bisa datang bisa ditunggu ya guys untuk tahun depan.
Pemberian Hadiah Pemenang Lomba Menggambar dan Mewarnai

Piala Pemenang

Pertunjukan solo vokal 
Penutupan Bazaar oleh Bu Ririn selaku Humas

Tim Jurnalistik SMA N 2 Pati