SMA N 2 Pati Gelar Acara Bazaar Sosial (2)


      Pada hari Kamis ini tanggal 16 Juni 2016 acara bazaar sosial SMA N 2 Pati telah sampai pada hari kedua guys. Tentunya makin seru dong. Hari ini para tamu dan para siswa serta bapak-bapak ibu-ibu yang hendak membeli barang-barang sembako dan sebagainya diberi hiburan dari festival band yang diselenggarakan oleh SMA N 2 Pati!


       Festival band ini diikuti oleh seluruh band pelajar dari SMP dan SMA se-Kabupaten Pati. Di hari kedua ini tentunya lebih seru dan lebih rame dari hari pertama. Jadi Ayo yang kemaren dan sekarang belum datang ke Bazaar Sosial SMA N 2 Pati silahkan besok diramaikan karena besok adalah hari terakhir sekaligus penutupan. Dan juga ada pengumuman hasil lomba yang telah diselenggarakan pada hari Rabu dan Kamis Lho!
Penampilan Band dari SMP N 1 Winong

 Suasana Bazaar Hari Kedua

Acara Band

Penampilan Band

Tim Jurnalistik SMA N 2 Pati

SMA N 2 Pati Gelar Acara Bazaar Sosial


              Pada hari Rabu 15 Juni 2016- Jum’at 17 Juni 2016 SMA N 2 Pati mengadakan acara bazaar sosial. Bazaar ini merupakan program sekolah yang ditujukan untuk berbagi dengan sesama. Pada acara ini banyak sekali barang-barang yang dijual dengan harga yang lebih murah dibanding dengan harga di pasaran.
           Selain itu acara ini juga diselengi dengan berbagai acara tambahan diantaranya rebana dan pembacaan Tartil, serta Tari Saman yang dibawakan oleh ROHIS lomba mewarnai untuk anak-anak, dan lomba fashion show yang diikuti oleh perwakilan kelas X dan kelas XI SMA 2 
          Ada yang unik dari fashion show kali ini yaitu ada busana yang terbuat dari barang-barang bekas yang malah terlihat bagus dan luar biasa!
Acara ini bahkan dihadiri oleh Bupati Pati, Bp. Haryanto dan Kepala Dinas Kabupaten Pati Bp. Sarpan serta beberapa tamu undangan dari luar.
              Acara Bazaar dibuka langsung oleh Bupati Pati, Bp. Haryanto secara simbolis dengan cara memukul gong. Setelah pemukulan gong, dilanjutkan dengan pemberian sumbangan dari berbagai sumber salah satunya dari uang infaq selama Ramadhan yang secara simbolis dilakukan oleh Bupati Pati.
              Nah! Ayo guys, datang ke acara bazaar kami ya! dijamin banyak sekali beragam produk yang bisa kalian temui, dan juga banyak hiburan yang bisa kalian lihat.
Sambutan Oleh Bupati Pati, Bapak Haryanto
Sambutan Oleh Kepala Dinas Kabupaten Pati, Bapak Sarpan
Pertunjukan Tari Saman
Pameran modifikasi motor
Pintu masuk bazaar di Sasana Langen Suka

Obral Pakaian bekas
Lomba Mewarnai 
Neuton Beauty Doors
Pintu masuk utama bazaar di dalam Sasana Langen Suka
Sambutan Kepala Sekolah SMA N 2 Pati, Bapak Sumaryo
Tim Rebana ROHIS SMA N 2 Pati
Promosi motor Yamaha
Promosi Yamaha
Suasana Bazaar
Fashion Show
Promosi Honda
Fashion Show Daur Ulang
Stand perabotan

Tim Jurnalistik SMA N 2 Pati

PPDB SMA N 2 PATI TAHUN PELAJARAN 2016/2017

SMA NEGERI 2 PATI

Jl. Ahmad Yani no 4 Pati Telp. (0295) 381211-381212
Email   : sma2pati@sma2pati.sch.id





PENERIMAAN PESERTA DIDIK BARU
TAHUN PELAJARAN 2016/2017
  1. Pendaftaran
Cara Pendaftaran                    :
Peserta datang sendiri dengan mengisi formulir pendaftaran pada    :
1)      Tanggal           : 27-29 Juni 2016
2)      Waktu             : 08.00-12.00 WIB
3)      Tempat            : Aula “Sasana Langen Suka”
SMA Negeri 2 Pati
Penutupan pendaftaran tanggal 29 Juni 2016 Pukul 11.00 WIB
Persyaratan Pendaftaran         :
a)      Fotokopi STTB/Ijazah SMP/MTs yang disahkan oleh Kepala Sekolah asal penyelanggara atau fotokopi Surat Keterangan Yang Berpenghargaan Sama (SKYBS) yang disahkan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten
b)      Menyerahkan SHUN SMP/MTs asli, dan fotokopi ijazah  SMP/MTs asli, dan fotokopi Ijazah SMP/MTs yang telah dilegalisir sekolah asal, penyelenggara UN.
c)      Mengisi formulir pendaftaran
d)     Menyerahkan fotokopi piagam penghargaan prestasi akademik atau non akademik (bagi yang memiliki) yang telah dilegalisir Dinas Pendidikan Kabupaten Pati, dan menunjukkan asllinya.
e)      Menyerahkan pas foto ukuran 3X4 cm sebanyak 3 lembar
f)       Peserta harus datang sendiri dan tidak melayani pendaftaran secara kolektif
g)      Untuk yang dari luar provinsi Jawa Tengah, harus membawa surat rekomendasi Dinas Pendidikan Proinsi Jawa Tengah dan yang dari luar kabupaten Pati harus membawa surat rekomendasi Dinas Kabupaten Pati
KHUSUS
Pendaftar lulusan tahun sebelumnya, berlaku ketentuan        :
  1. Pendaftaran tanggal 27 dan 28 Juni 2016.
  2. Mengukuti tes akademik (Mapel : B. Indonesia, B. Inggris, Matematika, dan IPA(, Pada hari Rabu, 29 Juni 2016 pukul 08.00-10.00 WIB
  3. Pembobotan Nilai SHUN : 60 % dan hasil tes : 40%
  1. Seleksi Calon Peserta Didik Baru
Didasarkan pada peringkat jumlah UN SMP/MTs dengan mempertimbangkan aspek bakat/prestasi bidang akademik dan non akademik.
Rumus Peringkat Nilai : N = A + B
(N = Nilai akhir, A = Jumlah nilai UN, B = Nilai Bakat / Prestasi)
Penilaian bakat / prestasi Calon Peserta Didik dilakukan dengan ketentuan sbb :
  1. Memiliki sertifikat kejuaraan yang diperoleh dalam kurun waktu 3 tahun terakhir ( Juli 2013 s/d Juni 2016)
  2. Sertifikat kejuaraan diterbitkan oleh instansi maupun lembaga yang memiliki kompetensi di bidangnya.
  3. Apabila Calon Peserta Didik memiliki 2 atau lebih sertifikat kejuaraan, pemberian nilai hanya pada salah satu sertifikat kejuaraan yang mempunyai nilai tertinggi.
  1. Pengumuman
Hasil Seleksi diumumkan tanggal 2 Juli 2016, pukul 08.00 lewat website : www.sma2pati.sch.id atau www.smandapaflash.blogspot.co.id atau di SMA Negeri 2 Pati. Bagi Calon Peserta Didik Baru yang diterima, wajib mengambil Bukti SK diterima pada tanggal 2 Juli 2016 Pukul 08.00 WIB di SMAN 2 Pati, Orang tua/wali calon Peserta Didik Baru yang diterima wajib  hadir pada tanggal 9 Juli 2016 pukul 09.30 WIB di Aula “Sasana Langen Suka” SMA Negeri 2 Pati
Daya tampung : 360 siswa
  1. Daftar Ulang
Tanggal           : 11 s.d. 14 Juli 2016
Waktu             : 08.00 – 12.00 WIB
  1. Tes Peminatan
Tanggal           : 15 Juli 2016
Waktu             : 08.00 – 10.00 WIB
SMA Negeri 2 Pati Tahun Pelajaran 2016/2017 membuka 2 (Dua) peminatan, yaitu MIPA (Matematika Ilmu Pengetahuan Alam) dan IPS (Ilmu Pengetahuan Sosial)
  1. Lain-lain
  1. SMA N 2 Pati menerapkan “ramah sosial” dengan meberikan keringanan dan beasiswa bagi siswa berprestasi yang kurang mampu , serta memberikan pembebasan biaya sekolah bbagi peserta dari keluarga yang memiliki kartu KIP (Kartu Indonesia Pintar).
  2. Peserta yang memperoleh kejuaran (seperti yang tercantum dalam lampiran : IV edaran Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Pati No.422.1/05088/2016 tanggal 31 Mei 2016 ) tingkat internasional (juara I, II, dan III), nasional (Juara I , II , dan III), tingkat provinsi ( Juara I) angsung diterima.
  3. Jika dikemudian hari ditemukan pemalsuan SKHUN / Piagam / sertifikat maka siswa yang bersangkutan dinayatakn GUGUR sebagai siswa SMA Negeri 2 Pati.
  4. Segala sesuatu yang kurang jelas dapat ditanyakan langsung SMA Negeri 2 Pati

Pati, 9 Juni 2016
Kepala SMA N 2 Pati


Drs. Sumaryo, M.Pd.
NIP 196303121992031006



Menulis Itu Susah? Siapa Bilang?

"Menulis itu susah!" Itulah ungkapan yang sering kita dengar dalam kehidupan sehari-hari. Banyak yang mengeluh menulis itu susah, membosankan dan sebagainya.
Dalam berbagai bidang profesi tehnik kepenulisan yang baik dibutuhkan. Contoh sederhana saja kita sebagai pelajar sering membuat laporan makalah dan sebagainya. Untuk itu tehnik kepenulisan merupakan sesuatau yang penting untuk dikembangkan.
Di SMANDAPAFLASH sendiri tehnik kepenulisan menjadi suatu yang penting karena dalam berbagai berita artikel semuanya berkaitan dengan menulis.
Nah, mari kita simak saja langsung artikel berikut "Menulis itu susah? Siapa bilang?
Otak manusia memang suka mengkritik. Lihatlah acara-acara televisi: Banyak sekali orang mengkritik terhadap keadaan. Itu bukan berarti buruk, bahkan pemikiran kritis itu bagus untuk memberi masukan pada yang kurang.
Namun bila membawa otak kritis kamu untuk menyalahkan apa yang baru Anda tulis, maka ini tidak bagus. Ia akan menghambat proses pembelajaran teman-teman. Ini akan memperlambat Kalian, terutama bagi penulis pemula.
Misalnya Kalian baru menulis satu paragraf, Kalian melihat beberapa kata atau satu kalimat yang tidak enak dibaca, lalu Kalian bilang dalam hati, “Ah… kalimat ini kurang tepat….” Sejurus kemudian Kalian arahkan pena kalian ke kalimat tersebut dan…. srat, sret, srot,… Kalian coret.
Kalian buat lagi kalimat baru sebagai pengggantinya. Dan Kalian melihat lagi terdapat kata yang kurang tepat pada kalimat lainnya, lalu Kalian coret lagi… srot, sret, srat…
Kalian menulis lagi paragraf berikutnya. Setelah itu Kalian baca. Dan juga Kalianrenungkan, Kalian resapi, Kalian nikmati,… Ternyata Kalian temui lagi kata atau kalimat yang kurang enak dibaca. Lalu Kalian coret lagi. Begitulah seterusnya dan seterusnya.
Alhasil, kalian pusing sendiri dan hampir stres. Kalian berkata dalam hati, “Mengapa aku sulit sekali menyelesaikan tulisanku?”
Apa Masalahnya?
Masalahnya adalah kalian terlalu ingin sempurna di awal. Padahal, kita tidak akan pernah sempurna melakukan sesuatu di awal. Tidak percaya?
Coba ingat-ingat di awal Kalian pelajar mengendarai sepeda motor, pasti sering jatuh bukan?
Ya, itu wajar karena Kalian baru pertama kali belajar. Lalu bandingkan dengan keadaan sekarang ketika Kalian sudah lancar bermotor, Kalian hampir tidak pernah jatuh, bukan? (kecuali Anda ugal-ugalan dan karena memang sedang nasibnya begitu). Nah, itu artinya Kalian harus salah dulu sebelum benar. Kalian harus banyak try and error dulu, baru Kalian bisa menemukan cara terbaik untuk bisa lancar bermotor.
Begitu juga dalam menulis, di awalnya Kalian akan merasakan susah sekali menulis. Namun bila Kalian sering mengulang-ngulang, bila Kalian rutin menulis setiap hari, pasti lama-lama akan mahir juga.
Masalahnya adalah, Kalian tidak mau membangun kebiasaan di awal. Kalian kurang mau menulis yang banyak dulu. Kalian hanya mau keliatan bagus di awal. Kalian ingin tulisan pertama Kalian langsung menjadi tulisan yang enak dibaca. Kalian ingin tulisan “Latihan” Kalian menjadi tulisan terbaik Kalian. Dan sayangnya anggapan seperti itu tidak pernah ada dalam kenyataan.
Untuk sampai pada kesuksesan dalam dunia penulisan, Kalian jangan berpikir sempurna dulu.
Kalian harus menulis yang banyak dulu, baru setelah kalian merasa cukup dan Kalian telah sampai pada tahapan “selesai”, barulah Kalian boleh mengedit tulisan Kalian.
Maksud Kami dengan istilah “selesai” adalah: setelah Kalian menulis yang banyak dan didalam hati, Kalian berkata, “Selesai”, barulah Kalian boleh istirahat sejenak dan mulai mengedit dan mengkritisi tulisan tersebut
Dan ingat, jangan cepat-cepat ingin selesai, padahal masih banyak lagi ide  yang bisa Kalian tulis. 
Yup, demikian dulu tips menulis kali ini. Semoga bermanfaat.
TIM JURNALIS SMA N 2 Pati
Dikutip dari : http://caramenulisbuku.com/menulis-itu-mudah/menulis-itu-mudah.htm
Dengan edit seperlunya

KEPALA SEKOLAHKU INSPIRASIKU


















Bagian I

Hallo Guys...Apa Kabar kamu...Team Jurnalistik SMANDAPA punya cerita inspiratif lho. Nah pengin tahu ceritanya ... Yuuukk ikuti liputan kami tentang kisah inspiratif Kepala SMA Negeri 2 Pati, Bapak Sumaryo.

Terlahir sebagai anak desa, di zaman yang masih jadul, dan masih jauh dari  kemajuan teknologi  justru menjadi sebuah tantangan untuk menjadi yang terbaik, meraih cita-citanya.  Dengan segudang prestasi yang dirintis sejak duduk di bangku Sekolah Dasar hingga  di Perguruan Tinggi Negeri di Jawa Tengah, beliau mampu mewujudkan harapan orang tua, sebagai insan yang berguna bagi nusa bangsa, dan agama. Dia adalah sosok yang sekarang menjadi Kepala Sekolah kami (SMANDAPA) sejak Januari 2016 lalu.
“Mulai dari SD saya sudah memegang prinsip, kesungguhan dan kedisiplinan, serta kerja keras dan kerja cerdas.  Mulai dari SD selalu rangking pertama, berbagai lomba selalu saya ikuti. Saya bersyukur menjadi siswa teladan saat itu. Kemudian masuk ke SMP. Saya bersyukur, saya di SMP selalu peringkat pertama. Selain kegiatan akademik saya juga aktif di organisasi, kalau sekarang di kegiatan Pengembangan Diri (ekskul),” Ucap beliau
Lulus dari SMP, kemudian melanjutkan ke bangku SPG di sekolah yang sekarang dipimpinnya (SMA Negeri 2 Pati).  Di bangku SPG ini, yang menerapkan kurikulum pendidikan spesial,  dia mengaku mulai mendapat "gemblengan spesial" yang luar biasa, dalam membentuk karakter, kerja keras, dan kerja cerdas. 
“Karena apa? tidak bisa main-main. Kalau belajar ya belajar. Saya masih ingat yang diterima itu hanya empat kelas angkatan saya. Bagi yang tidak bisa mengikuti dikembalikan ke orang tua dan orang bisa menerima. Ada masa percobaan enam bulan. Dari kelas I naik ke kelas II juga ada masa percobaan. Tidak bisa mengikuti dikembalikan ke kelas I. Demikian seterusnya sampai di kelas III,” katanya.
Beliau menceritakan, waktu itu, temannya di SPG harus menyelesaikan pendidikan hingga lima tahun. Dengan masa percobaan tiga bulan hingga enam bulan, bagi yang tidak bisa mengikuti standart pembelajaran,  harus turun kelas. Sehingga beliau ingat betul, ada kakak kelasnya, yang menjadi teman sekelas, dan akhirnya adik kelas.
“Tidak ada beban bagi mereka yang dikeluarkan waktu itu, luar biasa!, dan Saya bersyukur dan terima kasih pernah bersekolah disini, sehingga membantu saya menjadi pribadi yang bisa seperti sekarang ini,” kata beliau
Selesai menuntaskan pendidikan di SPG, kata beliau, sebenarnya pekerjaan sebagai PNS sudah menantinya secara otomatis. Namun keinginannya, untuk membekali diri dengan ilmu yang lebih tinggi lagi, dia bersama beberapa orang temannya yang memilih melanjutkan kuliah. Sedang hampir sebagian besar memilih bekerja sebagai PNS, selepas lulus SPG.
“Waktu itu seleksi masuk perguruan tinggi tidak seperti sekarang. Saat itu saya mendaftar di UNDIP, IKIP dan UNS, syukur diterima semua, dan saya pilih di UNS Solo, dan aktivitas saya tetap saya kembangkan terus.  Saya memilih saja dan Tuhan yang menuntun. Saya pilih S1 jurusan bahasa Indonesia minor bahasa Inggris,” jelas beliau. 
Kepiawaiannya menulis dan berorganisasi mulai dilakoninya. Banyak tulisannya dikirim ke pusat pengembangan bahasa Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Dari situlah dia mulai mendapat biasiswa sampai lulus kuliah.  Uang biasiswa yang didapat terbilang lebih dari cukup,  Rp. 25ribu, sedang biaya kuliah hanya Rp.18ribu waktu itu. Diapun mulai berpikir, hidup harus dikembangkan, dan hidup adalah pilihan ya atau tidak. Selain aktif  sebagai redaktur Majalah Sekolah SPG “Patma”, diusianya yang baru 19 tahun di mulai mengajar sebagai guru di SMP dan SMA Surakarta, dengan murid yang sebagaian besar usianya lebih tua beliau, dan teman teman bermain beliau.
“Mereka kan teman-teman kos, kalau di sekolah memanggil Pak, tapi kalau diluar mereka memanggil Dik. Karena usianya seadiknya.  Saya bekerja mengajar itu bukan semata-mata itu mencari uang. Karena uang itu adalah dampak rejeki yang Tuhan mengatur, tapi harus diperjuangkan. Saya juga masih sering menulis dan juga membantu mengedit buku.  Waktu kuliah aktif di organisasi resimen mahasiswa (menwa), kemudian di Pencinta Alam namanya Grama Mahardika UNS.,” tutur beliau
Usai menyelesaikan studi S1 di UNS, Sosok pendidik yang lebih banyak menulis tentang pengalaman yang menyenangkan ketimbang suka duka itu, mulai mengabdikan ilmunya dengan menjadi guru di SMA Negeri Jakenan. Di tempat itulah, dia banyak membimbing anak-anak meski bukan basic keilmuannya. Tapi banyak prestasi anak didiknya, yang mampu menjadi juara dan mengalahkan anak-anak dari sekolah yang lebih hebat. 
“Pada saat ada OSN pertama kali di Kabupaten Pati, juara terbanyak Kabupaten Pati dari Jakenan. Kemudian cerdas cermat, finalnya mampu mengalahkan sekolah hebat di Pati. Kami juaranya. Siswa teladan pernah beberapa kali. Sehingga artinya apa, setiap anak itu punya potensi. Makanya prinsip saya setiap anak manusia ciptaan Tuhan pasti dikaruniai potensi,” jelas beliau
Kini beliau mendapat kepercayaan dari negara untuk memimpin sebagai Kepala SMA Negeri 2 Pati. Beliau mengakui, dari sisi karakter anak didik SMA Negeri 2 Pati sudah OK, tinggal menyesuaikan dengan visi dan misi sekolah.   Tapi yang dia pikirkan, anak-anak muda sekarang sebagai generasi muda emas, harus mempersiapkan diri menghadapi masa depannya,  seperti MEA maupun menghadapi 100 tahun Indonesia merdeka. Karena pengendali ini, generasi sekarang yang masih duduk di bangku sekolah. Ini yang harus dipersiapkan,  terutama soft skill.  Di SMA Negeri 2 Pati ini, yang sudah ada dipertahankan, kemudian integritas dan hasil intelektual semakin ditingkatkan.
“Integritas, seperti yang saya sampaikan pada saat upacara saya tantang dengan ikrar ‘Tanpa Mencontek Siapa Takut’,” pungkas beliau.

Itu ... guys ... cerita inspiratif  Kepala Sekolah Kita. ... Kami punya catatan yang menarik lagi yang perlu kamu baca juga. Tapi tunggu ya kerja jurnalis SMANDAPA????.

-Tim Jurnalis SMANDAPA.

SMA N 2 PATI PERINGATI ISRA’ MIRAJ

SMA N 2 PATI PERINGATI ISRA’ MIRAJ

            Pada hari kamis (28/4) SMA N 2 Pati mengadakan peringatan isra’ miraj. Acara tersebut dipusatkan pada halaman utama SMA N 2 Pati. Dalam acara peringatan hari ini mengankat tema “5 Ajimat darimu Ya Rasululah”. Acara dibuka dengan penampilan dari kelompok rebana Rohis SMA N 2 Pati dan dilanjutkan dengan pertunjukkan tari saman.

       Pada acara inti yaitu ceramah dari KH Gustur Faiz yang menjelaskan banyak sekali materi bermanfaat bagi siswa. Pembawaan cermah beliau yang begitu santai dan desilingi humor membuat para siswa lebih mengerti dan paham tentang apa yang disampaikan


      .
            Acara ini diikuti oleh seluruh siswa muslim dari kelas X dan XI. Sedangkan untuk siswa yang non-muslim di koordinir oleh guru pembimbing mereka masing-masing.


            Tim Jurnalistik SMA N 2 Pati